Blogroll

Selasa, 26 Maret 2013

JURNAL SERBUK BAGI


laporan praktikum pulveres
PULVERES
PULVERES I. DEFINISI Pulveres atau Serbuk bagi adalah serbuk yang dibuat dalam bobot yang lebih kurang sama, dibungkus menggunakan bahan pengemas yang cocok untuk sekali minum. Untuk serbuk bagi yang mengandung bahan yang mudah meleleh atau atsiri harus dibungkus dengan kertas perkamen atau kertas yang mengandung lilin kemudian dilapisi lagi dengan kertas logam. Penyimpanan dalam wadah tertutup baik. Serbuk diracik dengan cara mencampur bahan obat satu per satu, sedikit demi sedikit dan dimulai dari bahan obat yang jumlahnya sedikit. Jika jumlah obat kurang dari 50 mg atau jumlah tidak dapat ditimbang, harus dilakukan pengenceran menggunakan zat tambahan yang cocok.

II. CARA PENYIAPAN
1. Membersihkan alat dan meja, menyetarakan timbangan,
2. Baca resep dengan baik, periksa kelengkapan resep.
3. Analisa resep dengan seksama apakah ada hal-hal yang harus dilaporkan pada dokter mengenai bahan, kelengkapan ataupun sediaan. Apakah ada hal-hal khusus mengenai bahan obat, sediaan atau cara peracikan bahan yang dituangkan dalam KETERANGAN .
4. Menghitung pemakaian dibandingkan dengan Dosis Maksimal atau Dosis Lazim lalu disimpulkan jika perlu diberitahukan dokter.
5. Menghitung jumlah bahan yang dibutuhkan disesuaikan dengan bahan-bahan yang tersedia.
6. Menuliskan cara pembuatan resep sesuai dengan spesifikasi sediaan dan bahan.
7. Membuat etiket dengan signa yang benar dan ceklist kebenaran etiket.
8. Menuliskan khasiat masing-masing bahan obat.
9. Menyiapkan pelayanan informasi obat ( PIO ).

III. CARA PERACIKAN
1. Cara Pengambilan dan Pelipatan Kertas Perkamen:
a. Ambilah kertas perkamen yang bersih.
b. Hitunglah jumlah kertas perkamen sesuai dengan jumlah serbuk yang akan dibungkus/dibuat.
c. Lipatlah bagian atas dari kertas perkamen ± 1 cm.
d. Lipatlah bagian lain dari kertas perkamen hingga ujung bagian kertas perkamen tersebut tepat berada dibagian lain dalam lipatan pertama.
e. Buatlah bungkusan dengan cara melipat - lipat sehingga ujung kertas perkamen yang satu dapat masuk pada bagian ujung kertas lainnya.
f. Samakan besarnya bungkusan agar kelihatan rapih.
g. Usahakan besarnya bungkusan tidak memberikan kesan terlalu kecil atau terlalu besar.

2. Cara Membagi dan Membungkus Pulveres
a. Setelah serbuk menjadi halus, keluarkanlah serbuk tersebut dengan cara mengambil dengan menggunakan mika dari mortir, hingga seluruh serbuk keluar, dan mortir tampak bersih, tampunglah dengan kertas perkamen.
b. Bagilah serbuk keatas perkamen yang sudah tersusun rapi
c. Mulailah dari kertas perkamen yang berada pada posisi barisan atas dan paling kiri, dilanjutkan kearah kanan, menyusul pada baris berikutnya dimulai dari bagian kiri.
d. Perhatikan dengan cermat agar pembagian serbuk sama banyak.
e. Mulailah membungkus serbuk dari posisi paling bawah dan paling kanan.
f. Setelah semua serbuk terbungkus, susunlah bungkusan dengan rapi, sama tinggi dan menghadap arah yang sama.
g. Untuk pulveres berjumlah maksimal dua belas bungkus dapat dibagi sama rata menurut pandangan mata langsung.
h. Lebih dari dua puluh dikerjakan dengan dibagi dahulu dengan jalan penimbangan lalu dibagi sama rata.
i. Untuk bahan-bahan yang pemakaiannya lebih dari 80% dari dosis maksimalnya maka harus ditimbang satu persatu dengan cara ditimbang hasil serbuknya, tentukan berat rata-rata dikurangi 5-10 mg lalu timbang satu persatu, jika pada penimbangan sisa bagi sama rata.

3. Cara Menggunakan Mortir dan Stamper dalam Peracikan Pulveres
a. Mulut dari mortir senantiasa mengarah ke kiri.
b. Maksudnya agar ketika stamper dibersihkan stamper senantiasa tetap pada mulut mortir.
c. Bersihkan permukaan stamper dengan cara memutarnya, sementara mika tetap berada di kepala stamper.
d. Mortir diletakkan diatas meja praktik dialasi dengan lap pada waktu menggerus bahan obat.
e. Bila akan meletakkan stamper, letakkan selalu disebelah kanan dan dialasi dengan kertas, kepala stamper harus mengarah kepada kita.
f. Stamper dipegang seperti memegang pulpen.
g. Putarlah stamper berlawanan dengan arah jarum jam.
h. Gerakan tangan sebatas pergelangan, sambil setelah stamfer dibersihkan dengan menggunakan mika.
i. Bersihkan permukaan stamper dengan cara memutarnya, sementara mika tetap berada dikepala stamper.
j. Ulangi beberapa kali sampai serbuk halus.

4. Cara Mencampur Bahan – Bahan Obat Dalam Serbuk.
a. Lapisilah mortir dengan sedikit bahan tambahan terlebih dahulu.
b. Dimulai dari bahan yang jumlahnya sedikit.
c. Bahan-bahan obat yang berwarna diaduk diantara dua lapisan zat netral
d. Bahan obat yang kasar dihaluskan terlebih dahulu
e. Bahan obat yang berbobot/bermasa ringan dimasukkan terakhir, begitu juga dengan bahan obat yang mudah menguap.

5. Cara Menata Serbuk dalam Kemasan
a. Kemasan pot yang ada, maka serbuk ditata dalam posisi lipatan kertas menghadap kearah yang sama, dibuat rapi panjangnya kurang lebih sama dan tidak besar pada salah satu sisi kertas serbuk, etiket dan label yang tertempel diletakkan di dalam pot.
b. Jika tersedia plastik klip, maka penataan sedemikian sehingga teratur satu posisi dan dirapikan menyesuaikan plastik klip, etiket dan label berada diluar plastik disesuaikan dengan cetakan klip.
6. Gambar Cara Peracikan Pulveres

6. CONTOH RESEP PULVERES

a. Resep Pulveres dengan TRITURATIO
dr. Anugerah Sehat SIP No: 14/ KANDEP / IJIN / XII / 1988 Jl. Maluku I / 100 Semarang Telp:  024-6712345 Semarang, R/ Coffein Ergotamin Pulv no X S t dd I Pro: Karina Ny. KETERANGAN

1. Dilihat dulu resep tersebut, berarti harus buka resep standard terlebih dahulu yaitu dari Formularium Nasional ( Fornas ).
2. Coffeini Ergotamini Pulveres
- Ergotamin Tartras 1 mg - Coffein 100 mg 3. Karena ergotamin jumlahnya terlalu kecil dan tidak dapat ditimbang (karena penimbangan terkecil adalah 50 mg), maka dilakukan pengenceran = trituratio.
4. Trituratio Ergotamin Tartras: yaitu bahan obat dikalikan hingga bobot terkecil yang bisa ditimbang yaitu 50 mg. misalnya Trituratio Ergotamin tartras (1 = 5) berarti penimbangan akhirnya adalah 10 mg x 5 = 50 mg Pembuatannya adalah 50 mg Ergotamin Tartras ditambah laktosa ad 250mg ( dari 50 mg x 5 ) dan ditimbang = 50 mg sisanya dibungkus dan diberi tanda “ sisa trituratio Ergotamin Tartras dalam laktosa ( 1 = 5 ) ” dibungkus dalam kertas yang sudah diberi identitas terlebih dahulu, jika tidak maka kertas akan berlubang dan serbuknya tumpah keluar.
5. Boleh juga pengenceran 1 = 10 , langkahnya sama yaitu timbang Ergotamin Tartras 50 mg ditambahkan laktosa ad 500 mg. dan ditimbang = 100 mg.
6. Kerasionalan sediaan pulveres untuk pasien dewasa ditanyakan, tetapi jika dilihat dari dosis lazimnya dan khasiatnya maka resep ini memang untuk Nyonya, tetapi tetap perlu ditanyakan kerasionalan bentuk sediaannya ditanyakan apakah memang dikehendaki pulveres.
7. Untuk serbuk bagi ada ketentuan massa serbuknya yaitu untuk anak-anak 250 mg, dan dewasa antara 500 mg - 1 g jadi perhitungan massa atau bobot serbuk adalah:

PERHITUNGAN DOSIS

Untuk melihat dosis coffein dan ergotamin tartras dilihat di FI ed III, Perhitungan dosisnya yaitu dengan membandingkan DM, DL dengan pemakaian, yaitu:
DM Ergotamin Tartras DL Ergotamin Tartras Pemakaian 1x= 2 mg 1x= 1 mg 1x = 1 mg sesuai DL < DM Sh= 6 mg 1hr=2 mg-4 mg 1hr = 3 x 1 mg = 3 mg sesuai DL < DM DM Coffein DL Coffein Pemakaian 1x= 0,5 g 1x=100 mg-200 mg 1x = 100 mg sesuai Dl < DM Sh= 1,5 g 1hr=300 mg-600 mg 1hr= 3 x 100 mg = 300 mg sesuai Dl < DM JUMLAH BAHAN

Jadi bila perhitungan pemakain tidak melebihi DM, maka mulai dihitung jumlah obat yang ditimbang yaitu bahan obat dikalikan 10.
- Ergotamin Tartras 1 mg } x 10 = 10 mg - Coffein 100 mg } x 10 = 1000 mg = 1g Perhitungan massa/bobot serbuk untuk dewasa: 500 mg x 10 = 5000 mg Jumlah Ergotamin Tartras trituratio = 100 mg Jumlah Coffein : 100 mg x 10 = 1000 mg Jumlah laktosa yang ditambahkan = 3900 mg CARA PEMBUATAN

1. Setarakan timbangan gram dan milligram, dengan memberikan kertas perkamen diatas pinggan timbangan. Cara melihat keseimbangan dengan milihat jarum penunjuk datar air. Bila belum setimbang maka diatur baut ulir pada lengan neracanya.
2. Buat Trituratio, timbang Ergotamin Tartras 50 mg.
3. Timbang laktosa sesuai pengenceran yang dikehendaki ad 250 mg atau ad 500 mg.
4. Laktosa digerus terlebih dahulu, supaya pori-pori mortir sudah tertutup laktosa.
Jika Ergotamin Tartras digerus dahulu maka obat tersebut akan berkurang jumlahnya karena masuk ke pori-pori mortir.
5. Obat dalam jumlah kecil/sedikit dan berkhasiat keras, dicampur dgn serbuk yang jumlahnnya lebih banyak maka untuk mengetahui homogenitas antara serbuk sedikit dapat merata diserbuk banyak maka ditambahkan pewarna carminum.
6. Jika dibuka hasil triturationya warna merah muda tidak merata berarti cara mencampur serbuk kurang homogen. Carminum hanya sebagai indikator homogenitas maka tidak perlu jumlahnya terlalu banyak. Untuk membuat serbuk tercampur dengan sempurna / homogen maka kita tidak dapat melupakan prinsip menggerus obat dalam mortir yaitu selalu searah dan cara memegang stamper harus benar dibedakan antara pegang mortir untuk tujuan menggerus dan atau hanya mencampur.
7. Setelah serbuk homogen maka ditimbang hasil triturationya sesuai dengan perhitungan trituratio, dan sisanya dibungkus lalu diberi tanda.
8. Setelah selesai trituratio mortir dibersihkan dengan kapas alcohol untuk menghilangkan sisa-sisa obat berkhasiat keras yang ada di pori-pori mortir.
9. Timbang coffein 1 g, digerus sampai halus.
10. Timbang laktosa sisa massa, gerus sampai halus.
11. Campur secara lege artis dengan serbuk-serbuk yang telah halus mulai dari jumlah yang paling sedikit. Aduk sampai rata. Angkat serbuk dari mortir dengan mika letakkan dikertas.
12. Ambil 10 buah kertas perkamen dirapikan, dilipat ± 1 cm dari ujung atas kertas secara horizontal, dari lipatan tersebut dibuat acauan untuk menata kertas, dari 10 kertas dibagi menjadi 2 yaitu lima-lima.
13. Serbuk dibagi dengan kertas cara bagi perhatikan harus benar, cara mengurangi atau menambah harus benar, setelah secara penglihatan ± sama, maka kertas dilipat.
14. Cara melipat kertas harus diperhatikan, harus sama sisi-sisi lipatannya tidak ada satu sisi yang dibuat lebih kecil supaya mudah untuk dmasukkan kebagian/sisi yang lain.
15. Setelah dibungkus semua, serbuk dirapikan ditekan supaya menjadi tidak menggelembung ditata dengan satu sisi yang sama, ditata dimasukkan ke pot.
16. Diberi etiket putih, dengan signa

0 komentar:

Poskan Komentar