Showing posts with label farmasi. Show all posts
Showing posts with label farmasi. Show all posts
Monday, December 23, 2013
Wednesday, October 23, 2013
LAPORAN DISOLUSI OBAT
BAB
I
PENDAHULUAN
I.1 Latar Belakang
Sebagian
besar komponen penting yang diperlukan dalam peningkatan kesehatan adalah obat.
Obat merupakan semua zat baik kimiawi, hewani, maupun nabati yang dalam dosis
layak dapat menyembuhkan, meringankan bahkan mencegah penyakit. Proses
pemindahan molekul obat dari bentuk padat ke dalam larutan pada suatu medium
disebut disolusi.
LAPORAN KOMPLEKSASI OBAT
BAB I
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Farmasi fisika merupakan salah satu mata kuliah wajib dalam farmasi. Farmasi fisika merupakan ilmu yang mempelajari tentang ilmu fisika yang diaplikasikan ke dalam ilmu farmasi. Salah satu subjek yang dipelajari dalam farmasi fisika yaitu kompleksasi obat dalam tubuh. Kompleksasi obat adalah suatu metode yang digunakan untuk menetapkan kelarutan suatu senyawa dengan penambahan zat pengompleks. Sedangkan senyawa pengompleks yaitu senyawa yang terbentuk karena penggabungan dua atau lebih senyawa sederhana, yang masing-masingnya dapat berdiri sendiri (Martin,1993).
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Farmasi fisika merupakan salah satu mata kuliah wajib dalam farmasi. Farmasi fisika merupakan ilmu yang mempelajari tentang ilmu fisika yang diaplikasikan ke dalam ilmu farmasi. Salah satu subjek yang dipelajari dalam farmasi fisika yaitu kompleksasi obat dalam tubuh. Kompleksasi obat adalah suatu metode yang digunakan untuk menetapkan kelarutan suatu senyawa dengan penambahan zat pengompleks. Sedangkan senyawa pengompleks yaitu senyawa yang terbentuk karena penggabungan dua atau lebih senyawa sederhana, yang masing-masingnya dapat berdiri sendiri (Martin,1993).
Wednesday, June 12, 2013
Saturday, June 1, 2013
PENGGOLONGAN OBAT
Penggolongan obat menurut Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 917/Menkes/Per/X /1993 yang kini telah diperbaiki dengan Permenkes RI Nomor 949/Menkes/Per/ VI/2000 penggolongan obat dimaksudkan untuk peningkatan keamanan dan ketepatan penggunaan serta pengamanan distribusi.
Penggolongan obat ini terdiri dari : obat bebas, obat bebas terbatas, obat wajib apotek, obat keras, psikotropika dan narkotika.
Penggolongan obat ini terdiri dari : obat bebas, obat bebas terbatas, obat wajib apotek, obat keras, psikotropika dan narkotika.
Tuesday, March 26, 2013
JURNAL NASIONAL SERBUK BAGI
PULVERES (Serbuk Bagi)
BAB I

A. LATAR BELAKANG
Dalam ilmu farmasi, sediaan serbuk dapat diartikan sebagai campuran homogeny dua atau lebih bahan obat yang telah di haluskan, dan ditujukan untuk pemakaian luar. Pemggunaan obat dalam bentuk serbuk sangat dibutuhkan oleh masyarakat terutama bagi anak-anak maupun orang dewasa yang susah atau sulit meminum obat baik dalam bentuk tablet, pil, ataupun kapsul. Serbuk merupakan campuran kering bahan obat atau zat kimia yang berkhasiat untuk mencegah infeksi pada luka di permukaan kulit.
JURNAL SERBUK BAGI
laporan praktikum pulveres
PULVERES
PULVERES I. DEFINISI Pulveres atau Serbuk bagi adalah serbuk yang dibuat dalam bobot yang lebih kurang sama, dibungkus menggunakan bahan pengemas yang cocok untuk sekali minum. Untuk serbuk bagi yang mengandung bahan yang mudah meleleh atau atsiri harus dibungkus dengan kertas perkamen atau kertas yang mengandung lilin kemudian dilapisi lagi dengan kertas logam. Penyimpanan dalam wadah tertutup baik. Serbuk diracik dengan cara mencampur bahan obat satu per satu, sedikit demi sedikit dan dimulai dari bahan obat yang jumlahnya sedikit. Jika jumlah obat kurang dari 50 mg atau jumlah tidak dapat ditimbang, harus dilakukan pengenceran menggunakan zat tambahan yang cocok.
Subscribe to:
Comments (Atom)





